Main menu

KELAS TATAP MUKA PERDANA BATCH 18: PENDIDIKAN KARAKTER DIUTAMAKAN Featured

                                              

Batch 18 merupakan angkatan yang istimewa bagi perjalanan Wira Angkasa Academy Malang (WAA MLG). Bagaimana tidak, batch yang masuk sejak Maret 2020 ini memulai pendidikan AVSEC mereka dengan sistem pembelajaran daring. Tentu ini merupakan suatu tantangan yang sama sekali baru bagi kami, WAA MLG. Akan tetapi pada Kamis (26/6) kemarin pertemuan tatap muka perdana di laksanakan di WAA MLG.

Penerapan protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan covid-19 berlaku pada pertemuan perdana menambah kesan yang berbeda dari kelas yang berjalan secara normal. Sejak awal covid-19 mewabah, Wira Angkasa Academy memang sudah menerapkan standar protokol kesehatan, seperti cek suhu tubuh, phsycal distancing,  cuci tangan dengan sabun, pakai masker dan menggunakan face shield. Pada pertemuan pertama pun semua taruna mendapat fasilitas face shield. 

Tidak banyak taruna yang datang pada pertemuan pertama kemarin. Hal tersebut dikarenakan beberapa dari taruna kami masih dalam perjalanan dari kota asal mereka masing-masing ke Malang. Walaupun bisa dihitung dengan jari, akan tetapi tidak mengurangi semangat baik dari seluruh crew dan taruna WAA MLG untuk bertemu sebagai keluarga baru dan memulai pembelajaran tatap muka pertama Batch 18.

Pertemuan tatap muka ini didasarkan pada  pentingnya pendidikan karakter  yang ingin Wira Angkasa Academy tanamkan pada setiap batch/angkatan. Seperti yang disampaikan oleh Zimam selaku District Manager WAA MLG saat pertemuan pertama kemarin bahwa, “salah satu tujuan untuk pendidikan AVSEC langsung di kampus yaitu untuk menanamkan pendidikan karakter”. Pendidikan karakter memang akan sulit ditanamkan jika pembelajaran dilaksanakan secara daring sepenuhnya. Salah satu yang ingin ditanamkan adalah adab dalam mencari ilmu yang dalam konteks pendidikan di WAA MLG dapat dilakukan dengan menghormati instruktur sebagai orang yang berbagi ilmu dengan para taruna.

Selaras dengan penyampaian dari District Manager WAA MLG di atas, Lita sebagai Bagian Akademik di WAA MLG juga menambahkan, “Kami sulit sekali melihat karakter taruna jika pembelajaran lewat online”. Walaupun menurut beliau juga ada beberapa taruna yang memang benar-benar niat dalam mengikuti pendidikan ini sampai pergi ke warnet atau susah payah mencari sinyal diluar rumah hanya untuk mengikuti pembelajaran daring yang sudah disusun.

Perempuan yang tegas dalam mendidik Taruna tersebut juga berharap mulai berlangsungnya pertemuan tatap muka ini dapat menanamkan karakter WAA MLG kepada Batch 18. “Ada hal yang memang kami ingin tanamkan untuk pendidikan di sini, beberapa diantaranya adalah taat beribadah, taat pada peraturan dan etika dalam bertemu orang lain. Saya rasa ketiga hal tersebut hanya efektif jika bertemu secara langsung”, ujarnya.

Oleh karena itulah, walaupun dengan berlangsungnya masa new normal pandemi ini WAA MLG menyiapkan diri dengan baik untuk dapat menggelar pendidikan di kampus WAA MLG. Pendidikan harus berjalan dengan segala pembatasan yang berlansung sesuai dengan protokol kesehatan. Karena penanaman karakter bagi Taruna WAA MLG sama pentingnya dengan ilmu yang diberikan, seperti kata pepatah ilmu harus disertai dengan adab. (ap/waamlg)

Terbang Di Masa New Normal Featured

Hari ini sudah hampir empat bulan sejak pertama kali dilaporkannya kasus COVID-19 di Indonesia oleh Pemerintah Republik Indonesia. Sejak saat itu keluar berbagai kebijakan dari pemerintah yang ditujukan untuk membatasi mobilitas masyarakat sebagai upaya pencegahan COVID-19. Salah satu diantaranya adalah pelarangan penerbangan komersil dan internasional selama beberapa pekan.

Akan tetapi sejak keluar wacana new normal dari pemerintah terjadi banyak pelonggaran terkait dengan pembatasan mobilitas masyarakat. Hal tersebut ditandai dengan terbitkan Surat Edaran Nomor 7 Tahun 2020, masyarakat dapat berpergian menggunakan pesawat terbang. Akan tetapi peraturan tersebut juga mewajibkan beberapa persyaratan yang menjadi dasar seseorang dapat berpergian di tengah COVID-19 yang belum reda.

Surat edaran yang diberi judul Kriteria Dan Persyaratan Perjalanan Orang Dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Menuju Masyarakat Produktif dan Aman Corona Virus Desease 2019 (COVID-19) tersebut memuat beberapa persyaratan agar seseorang dapat berpergian dengan menggunakan pesawat terbang. Pada surat edaran ini terdapat protokol kesehatan yang sudah sering kita dengar, bahkan kita lakukan, diantaranya yaitu menerapkan pakai masker, jaga jarak, dan cuci tangan. Ditinjau dari kebijakan yang berdampak pada dunia penerbangan, ada dua poin utama yang perlu untuk digaris bawahi, yaitu perjalanan orang dalam negeri dan perjalanan orang kedatangan dari luar negeri.

Beberapa persyaratan orang untuk melakukan perjalanan orang dalam negeri dengan transportasi umum, antara lain, a) Menunjukkan identitas diri (KTP atau tanda pengenal lainnya yang sah); b) Menunjukkan surat keterangan uji tes PCR dengan hasil negative yang berlaku 7 hari atau surat keterangan uji Rapid-Test dengan hasil non reaktif yang berlaku 3 hari pada saat keberangkatan; c) Menunjukkan surat keterangan bebas gejala seperti influenza yang dikeluarkan oleh Dokter Rumah Sakit/ Puskesmas bagi daerah yang tidak memiliki fasilitas Test PCR dan/atau Rapid Test.

AIRASIA KEMBALI BEROPERASI TERBANGI RUTE JAKARTA-BALI

Jakarta – Maskapai AirAsia Indonesia kembali beroperasi melayani penerbangan berjadwal domestik. Penerbangan tersebut ditandai dengan pengoperasian rute Jakarta-Denpasar pada 14 Oktober 2021 kemarin, yang bertepatan dengan pembukaan Bandara Ngurah Rai Bali untuk penerbangan internasional dari 19 negara.

AirAsia sendiri sebelumnya telah berhenti beroperasi sementara selama 3 bulan lamanya sejak diterapkannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali. “Penerbangan berjadwal perdana pasca hibernasi ini mendapat sambutan dan antusiasme yang sangat positif dari pelanggan setia AirAsia dan diharapkan dapat menjadi awal mula dari pemulihan industri pariwisata Indonesia, khususnya Bali yang selalu menjadi salah satu destinasi penting bagi AirAsia,” kata Direktur Utama AirAsia Indonesia, Veranita Yosephine, seperti dilansir Bisnis.

Setelah rute penerbangan Jakarta-Bali, Vera berjanji bakal mengaktifkan lagi rute-rute penerbangan lainnya secara bertahap. “Kembalinya layanan AirAsia Indonesia pada rute tersebut yang nantinya akan dilanjutkan dengan penambahan frekuensi penerbangan secara bertahap dan pengoperasian rute-rute lainnya,” beber Vera, Kamis (14/10).

Adapun penerbangan AirAsia QZ 7520 berangkat dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada pukul 06.50 WIB dan mendarat di Bandara Internasional Ngurah Rai Denpasar Bali pada jam 09:45 WITA. Dalam rangka menyemarakkan penerbangan perdana rute Jakarta-Denpasar tersebut, AirAsia memberi kejutan pada seluruh penumpang dengan membagikan produk perawatan kulit dari AirAsia Beauty, bekerja sama dengan Avoskin. Produk tersebut meliputi sunscreen, toner, dan reusable cotton pad untuk melindungi kulit ketika beraktivitas di luar ruangan selama di Bali.

Di samping itu, AirAsia juga menghadirkan program Value Pack untuk terbang lebih hemat, berupa pilihan paket pelayanan tambahan termasuk total bagasi 20 kg, snack box, dan bebas pilih kursi hanya dengan menambah Rp10.000. Promosi tersebut masih tersedia untuk pemesanan tiket AirAsia sampai tanggal 17 Oktober 2021 lewat AirAsia Super App dengan periode keberangkatan hingga 26 Maret 2022.

Yang lebih menarik lagi, AirAsia memberi bagasi gratis 15 kg untuk semua penerbangan domestik, dan bekerja sama dengan berbagai layanan kesehatan untuk menyediakan tes dengan harga hemat mulai Rp35 ribu untuk antigen di Jakarta, Rp85 ribu untuk antigen di Bali, Rp390 ribu untuk tes PCR di Jakarta, serta Rp385 ribu untuk tes PCR di Bali.

“Kami berkomitmen untuk tetap melayani penerbangan reguler, charter, dan kargo untuk keperluan repatriasi, pengiriman barang atau kepentingan esensial lainnya dengan penerapan protokol kesehatan dan keselamatan yang ketat,” tandas Vera.

Sumber : https://bandarasoekarnohatta.com/airasia-kembali-beroperasi-rute-penerbangan-jakarta-bali.info

Sumber Foto : Maskapai AirAsia – economictimes.indiatimes.com

Industri Penerbangan Akhirnya Bangkit dari Krisis Terburuk

JAKARTA – International Air Transport Association (IATA) memprediksi industri penerbangan global akan merugi sebesar USD12 miliar atau Rp170,9 triliun (kurs Rp14.200). Namun, kerugian itu disebut telah berkurang sebanyak 78% dari kerugian tahun ini karena pandemi Covid-19 yang berangsur pulih.

“Kita telah melalui titik terburuk krisis,” kata Direktur Utama IATA Willie Walsh pada pertemuan tahunan yang diadakan di Boston, Amerika Serikat dikutip dari cnbc.com, Selasa (5/10/2021).

IATA mewakili setidaknya 300 maskapai yang melayani 80% penerbangan di dunia. Pada April 2021, IATA memperkirakan kerugian akan berkisar USD47,7 miliar atau Rp679,5 triliun. Namun, kenyataannya kerugian justru mencapai USD51,8 miliar atau Rp737,9 triliun.

Yang terjadi pada tahun 2020 bahkan lebih parah. IATA memprediksi kerugian USD126,4 atau Rp1.800,7 triliun. Angka prediksi itu juga meleset dan kerugiannya mencapai USD137,7 miliar atau Rp1.961,7 triliun. Jika ditotalkan, kerugian industri penerbangan kala itu bahkan lebih dari USD200 miliar atau Rp2.849,3 triliun.

“Sementara masalah serius tersisa, jalan untuk kembali pulih mulai tampak,” sambung Walsh pada pertemuan yang baru diadakan kembali setelah Juni 2019 itu.

IATA memperkirakan industri penerbangan akan kembali meraup untung 2023 mendatang. Total penumpang akan mengalami peningkatan hingga 3,4 miliar tahun depan. Perkiraan tersebut adalah peningkatan dari total penumpang tahun ini yang berkisar 2,3 miliar.

Peningkatan tersebut tak terlepas dari dicabutnya pembatasan perjalanan internasional. Namun, Walsh mengkritik ketidakkompakan negara-negara terkait protokol kesehatan seperti pengetesan Covid-19, pengecualian usia, hingga validasi vaksinasi.

Sementara itu, pemerintah Amerika Serikat bulan lalu mengatakan bahwa pembatasan perjalanan internasional akan dicabut pada November mendatang. Namun, belum pernyataan lebih lanjut mengenai hal ini. 

(kmj)

Sumber : https://economy.okezone.com/read/2021/10/05/320/2481536/industri-penerbangan-akhirnya-bangkit-dari-krisis-terburuk

Jurnalis : Zikra Mulia Irawati, Jurnalis 

Foto : Shutterstock

STADIUM GENERAL ANGKATAN XXII

DOKUMENTASI STADIUM GENERAL ANGKATAN XXII di HOTEL EL GRANDE MALANG TANGGAL 15 SEPTEMBER 2021

Registrasi Peserta Stadium General Angkatan 22
Penjelasan oleh Siswi Angkatan 21
Penjelasan oleh Siswa Angakatan 21
Siswa Angkatan 22 Mendengarkan Penjelasan dari Materi
Penjelasan Mengenai Akademik oleh Bu Mella
Penyematan Pin Kepada Perwakilan Siswa Angkatan 22 Sebagai Simbol Resmi diterima Siswa Angkatan 22 menjadi Anggota Anugerah Wira Angkasa Malang
FacebookTwitter