Main menu

Standart Keselamatan Dalam Penerbangan Yang Sering Diabaikan Para Penumpang Pesawat

Beberapa akhir ini seringterjadi kecelakaan pesawat,baik di indonesia maupun di luar negri,dan kami dari Wira Angkasa sebagai lembaga pendidikan pelatihan penerbangan khususnya di bidang keamanan dan keselamatan pnerbangan,kami juga tidak mau ketinggalan berita tersebut.
Berita tersebut mengingatkan pada kami bahwa pentinganya keamanan dan keselamatan khususnya di bidang keamanan dan keselamatan penerbangan, dan Kami mengikuti beberapa bulan terakhir ini,dan apa lagi kami mempunyai progam Avsec dan DG Progam tersebut sangat berperan penting terhadap keamanan dan keselamatan penerbangan, dimana di dalamnya ada pengetahuan dasar tentang safety dalam penerbangan yang banyak orang awam tidak tahu. Untuk itu, kami ingin berbagi sedikit dengan Anda di sini.
khususnya pesawat, kerapkali dianggap remeh oleh kebanyakan orang. Boleh jadi karena kesadaran masyarakat kita akan keselamatan masih sangat rendah. Disamping itu, terbatasnya waktu tidak memberikan kesempatan pada awak kabin pesawat untuk menjelaskan secara detail apa-apa yang seharusnya diketahui oleh penumpang. Akhirnya, yang kita tahu ya hanya sekedar :
1.    Mana rute keluar bila dalam keadaan darurat
2.    Mengencangkan sabuk pengaman
3.    Cara memakai dan mengembangkan pelampung
4.    Penggunaan masker oksigen
5.    Kartu petunjuk keselamatan
Sudah penjelasannya singkat (karena keterbatasan waktu), kita pun masih sering mengabaikannya. Lihat saja, berapa persen penumpang yang benar-benar memperhatikan saat awak kabin memperagakan petunjuk keselamatan. Nah disini saya mencoba menjabarkan lebih detail lagi dan semoga bisa menyadarkan Anda semua untuk lebih perhatian dengan masalah keselamatan selama penerbangan.
1. WAKTU KRITIS DALAM PENERBANGAN
Dalam penerbangan apapun, baik itu pesawat terbang maupun helikopter, waktu-waktu paling kritis adalah pada saat lepas landas (take off) dan mendarat (landing). Resiko untuk terjadi kecelakaan paling besar ada di dua waktu ini. Itulah mengapa tanda mengenakan sabuk pengaman selalu menyala ketika pesawat akan take off dan landing.
Sering sebelum memasuki kedua waktu ini, awak kabin akan selalu mengingatkan dan memeriksa kita untuk :
1.    Memakai sabuk pengaman;
2.    Melipat meja dan menegakkan sandaran kursi
3.    Membuka jendela
4.    Dan mematikan semua peralatan elektronik serta melepas headset, meskipun tidak menggunakan fasilitas internet
Dan 4hal tersebut harus dilakukan bukan tanpa alasan dan ini alasan kenapa 4 hal tersebut harus dilakukan:
Melipat meja dan menegakkan sandaran kursi tujuannya adalah agar pada saat terjadi situasi darurat, penumpang bisa segera bergerak dari kursinya tanpa terhalang oleh meja yang terbuka atau sandaran kursi orang yang duduk di depannya.
Membuka jendela tujuannya untuk memberi tahu kita kondisi pesawat dan kondisi di luar pesawat. Sehingga pada saat kondisi emergency dan pesawat akan jatuh, kita bisa lebih menyiapkan diri apabila akan terjadi benturan atau pendaratan darurat.
Mematikan semua peralatan elektronik dan melepas headset bertujuan agar penumpang sadar bahwa kita sedang memasuki waktu kritis dan bersiap apabila terjadi sesuatu. Bukan kah sudah sering kita lihat kalau orang sudah asik dengan peralatan elektroniknya, ada kecenderungan mereka tidak peka dengan apa yang sedang terjadi.
Itu kenapa awak kabin pesawat tidak bosan-bosannya mengingatkan dan memeriksa kondisi penumpang di dua waktu ini, yaitu take off dan landing.
2. PRAMUGARI BUKAN PELAYAN
Hanya karena kita melihat awak kabin / pramugari membantu penumpang menaikkan koper ke bagasi kabin, menginformasikan lokasi tempat duduk, dan menawarkan produk untuk dijual, tidak lantas menjadikan mereka sebagai pelayan.  Banyak yang tidak tahu bahwa tugas utama seorang awak kabin adalah memastikan keselamatan penumpang. Mereka telah menjalani training, termasuk untuk kondisi medis darurat, CPR (Cardiopulmonary resuscitation), dan cara mengevakuasi dari pesawat.
Masalahnya adalah kerapkali kita menganggap tugas awak kabin sebagai pelayan. Akibatnya kita memandang rendah, remeh, dan mengabaikan hal-hal penting terkait keselamatan dalam penerbangan yang mereka sampaikan. Kalau Anda sadar apa tugas utama mereka, mungkin kita jadi lebih hormat, menghargai, bahkan membantu mereka menjalankan tugasnya.
3. TIDAK MEMBAWA BARANG BERLEBIHAN KE KABIN
Saya paling kesal apabila melihat penumpang membawa barang berlebihan di kabin pesawat. Selain memakan jatah bagasi kabin orang lain, mereka juga sering menaruh barangnya sembarangan sampai memenuhi tempat pijakan kaki ketika duduk. Itu sangat membahayakan.
Alasan utama tidak membawa barang berlebihan ke kabin adalah memastikan ketersediaan ruang gerak apabila terjadi keadaan darurat. Jadi bukan karena faktor berat barang semata. Saya yakin pesawat sudah didesain untuk membawa muatan lebih banyak dari kondisi normal.
Alasan ini lah yang menjadi dasar kenapa sebaiknya barang bawaan di kabin diletakkan di bagasi kabin atau di bawah kursi penumpang di depan kita. Sehingga saat ada keadaan darurat, kita bisa dengan mudah keluar dari tempat duduk tanpa terhalang ataupun menghalangi jalan orang yang duduk di samping kita. Ini juga sering diingatkan oleh awak kabin, namun sering tidak didengarkan oleh penumpang. Malah, awak kabin dimarahi dan dimaki karena dianggap sok mengatur.
Jadi pastikan barang bawaan Anda cukup untuk diletakkan di bagasi kabin (jatah Anda) dan di bawah kursi penumpang yang duduk di depan Anda. Kalau Anda membawa cukup banyak barang, masukkan saja di bagasi bawah pesawat. Atau kalau perlu. Kalau barang Anda keterlaluan banyaknya, lebih baik dikirimkan lewat perusahaan ekspedisi saja.
4. KARTU PETUNJUK KESELAMATAN
Kartu petunjuk keselamatan adalah hal yang juga sering dianggap remeh. Bukannya dibaca baik-baik, malah dijadikan alat buat kipas-kipas ketika kita kepanasan karena AC dikecilkan (biasanya AC dikecilkan saat akan take off). Sadarkah Anda, bahwa pesawat yang Anda tumpangi ada kemungkinan berbeda tipenya.
Beda tipe, beda karakteristik, beda pula rute emergency exitnya. Itu kenapa kita sebisa mungkin meluangkan waktu membaca kartu keselamatan, disamping mengingatkan kembali apa-apa yang sudah disampaikan oleh awak kabin terkait masalah keselamatan. Di Kartu Petunjuk Keselamatan biasanya dijelaskan lebih detail lagi masalah item keselamatan yang sudah disampaikan oleh awak kabin.
5. SEAT BELT / SABUK PENGAMAN
Seat belt dibuat, bukan untuk aksesoris pemanis kursi penumpang. Fungsi utama seat belt adalah untuk menahan tubuh kita saat terjadi guncangan, benturan, maupun perubahan orientasi arah pesawat (misalnya: pesawat terpaksa harus terbang kondisi terbalik). Kita semua sudah tahu apa fungsi seat belt. Namun, yang sering diabaikan adalah mengencangkan seat belt.
Mengencangkan seat belt memang membuat kita tidak nyaman. Itu kenapa biasanya di waktu-waktu tertentu saja pilot menyalakan lampu tanda mengenakan seat belt, biasanya di waktu kritis atau saat cuaca sedang tidak baik. Lantas, kenapa harus kencang?
Mengencangkan seat belt akan sangat terasa gunanya saat terjadi keadaan darurat dan Anda harus segera melepaskan seat belt. Seat belt yang dipasang sekedarnya saja dan tidak kencang, cenderung tidak langsung terbuka saat tombol pelepasnya ditekan. Lain halnya dengan seat belt yang dikencangkan. Kalau kondisinya kencang, Anda tekan sedikit saja tombol pelepasnya maka seat belt akan dengan cepat dan mudah terlepas. Tidak percaya? silahkan dipraktekkan di pesawat!
6. LIFE JACKET / PELAMPUNG
Life jacket saya kira semua sudah pada tahu apa fungsinya. Ada dua hal penting yang harus Anda ketahui terkait life jacket ini:
1.    Dimana letak life jacket Anda
2.    Bagaimana cara mengembangkan life jacket
3.    Ikat yang kencang tali life jacket Anda
Kalau Anda kurang jelas dengan penjelasan awak kabin, tanyakan dimana life jacket disimpan. Agar saat terjadi kondisi darurat, Anda tidak bingung mencari. Di Kartu Petunjuk Keselamatan biasanya juga disebutkan dimana life jacket disimpan.
Bagaimana cara mengembangkan life jacket?
Percayalah, jangan berpikir Anda bisa mengembangkan life jacket dengan mudah dengan cara meniupnya manual dalam kondisi terapung. Apalagi kondisi laut saat pesawat harus mendarat darurat tidak ada yang tahu. Iya kalau kondisi lautnya tenang, kalau sedang bergelombang?
Cara mengembangkan life jacket yang benar adalah dengan tidak menarik kedua tali pengembangnya bersamaan.
Lantas bagaimana? Tarik tali yang kanan terlebih dahulu hingga pelampung mengembang sempurna, baru kemudian yang kiri. Selisihnya tidak lama, hanya 1-2 detik saja. Maka pelampung depan dan belakang life jacket Anda akan mengembang sempurna.
Yang tidak kalah pentingnya, ikat dengan kencang life jacket Anda. Memang tidak nyaman ketika belum dalam kondisi terapung. Tapi percayalah ketika Anda sudah terapung-apung di laut, life jacket yang terikat dengan kencang akan membuat Anda nyaman.
7. EMERGENCY EXIT SEAT
Kursi dekat jendela atau pintu darurat adalah yang paling banyak orang sukai. Biasanya jarak dengan tempat duduk di depannya agak jauh sehingga bisa menyelonjorkan kaki. Memang sengaja didesain seperti itu agar orang bisa lebih leluasa ketika melewatinya untuk keluar melalui pintu / jendela darurat. Itu kenapa, bagi yang duduk di dekat pintu / jendela darurat tidak boleh menaruh barang bawaan apapun (termasuk tas) di sana. Semua harus dimasukkan ke bagasi kabin.
Kalau Anda kebetulan berada di “kursi ekslusif” itu, pastikan Anda cukup kompeten dan mampu untuk membuka pintu / jendela darurat sesuai dengan instruksi awak kabin. Karena hidup dan matinya penumpang serta awak kabin boleh jadi ada di tangan Anda, ketika satu-satunya akses mereka keluar pesawat adalah melaui pintu / jendela darurat di dekat Anda.
Bila Anda merasa tidak mampu atau tidak mau memikul tanggung jawab itu, Anda berhak meminta kepada awak kabin untuk menukar kursi tersebut dengan penumpang lain yang bersedia dan dianggap mampu. Jadi jangan cuma mau enaknya saja.
8. MEMATIKAN GADGET PEMANCAR GELOMBANG RADIO
Handphone, tablet, dll. yang bisa menerima dan memancarkan gelombang radio harus dimatikan saat penerbangan berlangsung. Setidak-tidaknya ubah ke kondisi flight mode dimana gadget bisa menyala tanpa memancarkan / menerima sinyal radio.
Di luar negeri, dimana teknologi sudah maju dan pesawatnya sudah canggih, mungkin saja sudah bisa menyalakan gadget yang memancarkan gelombang radio. Kita bisa bebas menelpon, bersosial media, atau pun aktivitas lainnya. Tapi di Asia, khususnya Indonesia sebagaiknya jangan!
Apalagi di negara kita, cukup dikenal dengan penerbangan bertarif rendah (Low Cost Carrier). Tentu saja saya yakin fitur yang ada di pesawat tidak akan selengkap di pesawat dengan biaya yang tinggi, atau bisa jadi maintenance pesawat tidak maksimal. Meski demikian, saya yakin standar minimum peralatan keselamatan dan operasional pesawat masih terpenuhi.
Dan biasanya penumpang ada yang iseng menyalakan gadget. Apa yang terjadi? Sistem navigasi yang terganggu oleh gelombang radio tiba-tiba shutdown dan reboot. Untungnya yang dicoba kawan saya ini adalah kapal perang, bukan pesawat terbang. Bayangkan kalau itu terjadi di pesawat dan bukan tidak mungkin itu bisa terjadi.
Jadi kalau awak kabin tidak menginformasikan untuk tidak menyalakan peralatan elektronik pemancar gelombang radio, ikut saja. Toh penerbangan Anda hanya beberapa jam saja. Utamakan keselamatan.
9. JANGAN MEMBAWA BARANG YANG DILARANG
Ini juga salah satu yang suka dilanggar. Tidak sedikit penumpang yang suka curi-curi / menyembunyikan barang yang dilarang untuk dibawa dalam penerbangan. Syukur-syukur kalau petugas bandaranya jeli dan profesional ketika memeriksa barang bawaan penumpang. Meski demikian, tidak jarang juga ada yang terlewat.
Bedakan, ada barang yang dilarang sama sekali untuk dibawa dalam penerbangan dan ada barang yang hanya diperbolehkan dibawa jika diletakkan di bagasi bawah pesawat.
Dari sekian banyak barang itu biasanya yang paling sering dilanggar adalah membawa barang yang mengandung zat kimia tertentu yang dilarang. Tahukah Anda kenapa harus ada pembatasan untuk zat kimia tertentu? Karena beberapa zat kimia kerapkali bereaksi terhadap ketinggian, khususnya pada tekanan udara yang sering berubah-berubah dalam penerbangan. Reaksi kimia yang terjadi bisa membahayakan penerbangan.
Itu saja 9 item keselamatan dalam penerbangan yang sering diabaikan oleh penumpang, yang menurut kami penting banyak tidak diketahui oleh masyarakat kita. Dan, yang tidak kalah penting adalah jangan panik saat terjadi kondisi darurat!
Takut itu wajar, semua orang memiliki rasa takut. Namun panik? Itu yang lebih sering membuat orang tidak selamat. Karena ketika kita panik, semua hal penting yang kita ketahui seketika hilang. Yang terjadi kita bingung! Padahal mungkin sudah berlatih atau sudah tahu banyak soal keselamatan.
Terakhir, kalau pesawat Anda delay. Jangan langsung marah-marah. Kadang-kadang delaynya pesawat yang akan kita tumpangi tidak melulu karena keterlambatan jadwal, bisa jadi karena ada hal teknis yang harus dipersiapkan atau dibenahi terlebih dahulu untuk alasan keselamatan.
Ini saja yang mau kami sharingkan. Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca artikel tentang keselamatan dalam penerbangan ini dan semoga bermanfaat untuk Anda semua.
Bagi kalian jika pengen tahu lebihdalam lagi mengenai penerbangan kalian bisa mengikuti pelatihan dan pendidikan di bidang keamanan dan keselamatan penerbangan,di Wira Angkasa Academy.
Syarat Dan Ketentuan Mendaftar Pendidikan Avsec & DG.
1.    Minimal lulusan SMA Sederajat
2.    Tinggi badan minimal Putra 170, Putri 160
3.    Sehat jasmani dan rohani
4.    Usia maksimal 23 tahun
5.    Berat badan proporsional
6.    Tidak bertato dan bertindik
7.    Berpenampilan menarik
8.    Pas foto berwarna 4×6 2 lembar
9.    Fotocopy Ijazah berligalisasi dan data diri
Cara Mendaftar Pendidikan Avsec (Aviation security)
Cara mendaftar pendidikan Avsec Wira Angkasa Academy : bagi Anda yang berminat mendaftarkan diri untuk mengikuti pendidikan Avsec yang di selenggarakan oleh Wira Angkasa,anda bisa melakukan pendaftaran secara langsung, dan bagi anda yang jauh berdomisili jauh dari alamat tempat kantor Wira Angkasa Academy anda bisa melakukan pendaftaran online, melalui website resmi wira Angkasa Academy di www.wiraangkasaacademy.com atau 082333696000 / BBM :56CF91EB

Kami menghargai sekali apabila Anda mau membantu menyebarkan postingan ini agar lebih banyak lagi orang yang membaca dan sadar pentingnya keselamatan dalam penerbangan.

929 Total Views 3 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

FacebookTwitter