Main menu

Salah 1 contoh Pengembangan Bandara di Indonesia.

50e85f51-3567-4e2d-996d-9f80f1145831_169

Pengembangan Bandara Domine Eduard Osok Sorong Telah  Selesai Bandara Tersebut Terlihat Megah dan Modern.
Pengembangan Bandara Domine Eduard Osok Sorong, Papua Barat kini telah selesai. berbagai fasilitas bandara yang canggih juga telah ditambahkan. Hasilnya, Bandara Domine Eduard Osok terlihat megah dan modern, tak kalah dengan bandara lainnya di kota-kota besar di Indonesia.
Desain arsitektur Bandara Domine Eduard Osok (DEO) memang dirancang agar mencerminkan budaya daerah setempat, Dengan gedung terminal penumpang yang diperluas hingga 13.700 m2, Bandara DEO dapat menampung 782 penumpang

Pengembangan Bandara DEO dimulai pada tahun 2011 hingga tahun 2015 yang meliputi pembangunan gedung terminal penumpang menjadi 2 lantai, pemasangan garbarata dan fixed bridge, baggage handling system, lift terminal, x-ray bagasi dan kabin multi view, walkthrough metal detector, dan penambahan fasilitas lainnya seperti, area konsesi, area kerbside dan pembaruan desain interior terminal. Dalam waktu lima tahun pembangunan dari tahun 2011 sampai tahun 2015,tersebut menjadikan bandara domine Eduard Osom (DEO) menjadi lebih megah dan modern,
Dan bandara tersebut melayani penerbangan berjadwalkan domestic, yang dioperasikan oleh beberapa maskapai diantaranya Garuda Indonesia, Sriwijaya Air dan Ekspress.dan Bandara DEO juga melayani Penerbangan perintis yang dioperasikan maskapai Susi air ke beberapa wilayah sekitar seperti Ayawasi, Inawatan, Teminabuan, dan Waisai. Dengan panjang 2.060 meter dan lebar 45 meter, runway bandara ini dapat didarati pesawat sejenis Boeing seri 737.
Pergerakan  lalulintas udara di salah satu bandara tersibuk dan terbesar di semenanjung kepala burung Papua ini mengalami rata-rata pertumbuhan 3,3 persen tiap tahunnya. Tercatat ada 9000 lebih pergerakan pesawat pertahunnya. Dan dari sisi penumpang, rata-rata pertumbuhan penumpang pertahunnya mencapai 13,2 persen dimana pada tahun 2014 ada sekitar 500 ribu lebih penumpang.dan Untuk kargo, rata-rata pertumbuhan kargo pertahunnya cukup pesat sekitar 17,2 persen (tahun 2014 mencapai 3,06 jt barang per kilo kargo)

Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan mengharapkan dengan adanya pengembangan Bandara DEO. pelayanan jasa transportasi udara di kota Sorong dan sekitarnya semakin meningkat, Sehingga Kawasan Timur Indonesia dapat terus berkembang maju. Hal ini sesuai dengan program Nawa Cita yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka Negara kesatuan; dan meningkatkan kualitas hidup manusia, serta meningkatkan produktivitas rakyat.

1379 Total Views 2 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

FacebookTwitter