Main menu

Pentingnya Lisensi Ketika Kerja Di Dunia Penerbangan

Undang-undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan telah disahkan dalam rapat paripurna DPR-RI pada tanggal 17 Desember 2008 dan ditanda tangani pada tanggal 12 Januari 2009. UU No.1/2009 tersebut sangat menjanjikan terhadap pertumbuhan transportasi udara di Indonesia, karena sebagai dasar hukum telah mengatur secara komprehensif.
Berikut ini beberapa point dari UU No. 1 tahun 2009 khususnya yang berhubungan dengan Bandar Udara
•    Pengadaan pesawat udara sebagaimana terdapat dalam konvensi Cape Town 2001,
•    Prinsip ekstra teritorial,
•    Kedaulatan atas wilayah udara Indonesia,
•    Pelanggaran wilayah kedaulatan,
•    Produksi pesawat udara,
•    Pendaftaran dan kebangsaan pesawat udara,
•    Kelaikudaraan,
•    Pengoperasian pesawat udara,
•    Keselamatan penerbangan,
•    Keamanan penerbangan di darat maupun dalam pesawat udara,
•    Asuransi pesawat udara,
•    Independensi investigasi kecelakaan pesawat udara,
•    Pembentukan majelis profesi penerbangan,
•    Lembaga penyelenggara pelayanan umum yang sering disebut badan pelayan umum (BLU),
•    Berbagai jenis angkutan udara baik niaga dalam negeri maupun luar negeri,
•    Angkutan udara bukan niaga (general aviation),
•    Perlindungan pengguna jasa transportasi udara,
•    Hak-hak dan kewajiban pengguna jasa transportasi udara,
•    Persyaratan perusahaan penerbangan baik manajemen, operasional, teknologi maupun permodalan, mayoritas saham (single majority), jaminan bank (bank guarantee), kepemilikan dan penguasaan pesawat udara, komponen tarif, biaya tambahan (surcharge), pelayanan bagi penyandang cacat, pengangkutan barang-barang berbahaya (dangerous goods), ekspedisi dan keagenan, tanggung jawab pengangkut, konsep tanggung jawab pengangkut, asuransi tanggung jawab pengangkut, tanggung jawab pengangkut terhadap pihak ketiga (third parties liability),
•    Tatanan kebandarudaraan baik lokasi maupun persyaratannya, obstacles, perubahan iklim yang menimbulkan panas bumi,
•    Sumber daya manusia baik di bidang operasi penerbangan, teknisi bandar udara otoritas bandar udara, pelayanan bandar udara,
•    Navigasi penerbangan,
•    Fasilitas navigasi penerbangan,
•    Keamanan penerbangan,
•    Lembaga penyelenggara pelayanan navigasi penerbangan (single air service provider),
•    Penegakan hukum,
•    Penerapan sanksi administratif yang selama ini tidak diatur,
•    Budaya keselamatan penerbangan,
•    Penanggulangan tindakan melawan hukum dan berbagai ketentuan baru guna mendukung keselamatan transportasi udara nasional maupun internasional.
UU No. 1 tahun 2009 juga sebagai dasar hukum tindak lanjut temuan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) beberapa waktu yang lalu. Secara filosofis jiwa dari UU No.1 tahun2009 bermaksud memisahkan regulator dengan operator sehingga tugas dan tanggung jawab masing-masing jelas, tidak tumpang tindih, transparan.
Secara umum UU No.1 tahun 2009 ini mengalami perubahan yang signifikan, dibandingkan dengan Undang-undang sebelumnya, sebab konsep semula hanya 103 pasal dalam perkembangannya membengkak menjadi 466 pasal
Setalah dari beberapa penjelasan diatas disisi kami akan membahas tentang keselamatan penerbangan dimana ada undang – undang yang mengatur tentang personel bandar udara dimana undang – undang tersebut adalah (Pasal 222, UU RI No.9 Th 2009) dan berbunyi:
1.Setiap personel bandara wajib memiliki lisensi atau sertifikat kompetensi;
2.Personel bandara yg terkait langsung dgn pelaksanaan pengoperasian / atau pemeliharaan fasilitas bandara wajib memiliki lisensi yg sah dan masih berlaku.
3.License diberikan oleh menteri setelah memenuhi  persyaratan :
a.Administratif;
b.Sehat jasmanai & rohani;
c.Memiliki sertifikat kompetensi di bidangnya;
d.Lulus ujian;
1.PERSONEL BANDAR UDARA, MELIPUTI :
a.Personel Teknik Bandar Udara;
b.Personel Elektronika Bandar Udara;
c.Personel Listrik Bandar Udara;
d.Personel Mekanikal Bandar Udara;
e.Personel Pengatur Pergerakan Pesawat Udara (Apron Movement Control / AMC);
f.Personel Peralatan Pelayanan Darat Pesawat Udara;
g.Personel Pemandu Parkir Pesawat Udara;
h.Personel Pelayanan Garbarata;
i.Personel Pengelola dan Pemantau Lingkungan
j.Personel Pertolongan Kecelakaan Penerbangan & Pemadaman Kebakaran (PKPPK);
k.Personel Salvage; dan
l.Personel Pelayanan Pendaratan Helikopter (Helicopter Landing Officer).
2.LISENSI PERSONEL BANDAR UDARA DIBERIKAN (SETELAH MEMENUHI PERSYARATAN) :
a.  Administratif;
b.  Kesehatan;
c.  Memiliki sertifikat kompetensi;  serta
d.  Lulus ujian.
3. KEAWAJIBAN PERSONEL PEMEGANG LISENSI :
a.Mematuhi / memenuhi peraturan keselamatan penerbangan;
b.Membawa lisensi sewaktu bekerja dan menunjukan kepada
petugas (inspektur), bila diperlukan;
c.Melaksanakan pekerjaan sesuai dgn ketentuan di bidangnya;
d.Mempertahankan kemampuan yg dimiliki;
e.Melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.
4.Personel Bandara yg melanggar ketentuan,dikenakan sanksi administratif berupa :
a. Peringatan;
b. Penundaan lisensi; dan / atau
c. Pencabutan lisensi.
5. Lisensi personel bandara yg diberikan oleh negara
lain dinyatakan sah melalui proses pengesahan
atau validasi oleh DirekturJenderal.
Banyak calon siswa yang bertanya apa sih Lisensi itu? Bagaimana cara mendapatkannya? Seberapa penting lisensi  didunia penerbangan?
Lisensi Avsec (Aviation Security) Adalah Lisensi resmi yang hanya dikeluarkan oleh Direktorat keamanan penerbangan udara yang dibberikan kepada seorang petugas kemanan penerbangan yang di didik untuk menjadi seorang petugas keamanan penerbangan yang mampu bekerja sesuai Regulasi yang ditetapkan secara internasional maupun Nasional.

Lisensi DG (Dangerous Goods) adalah Salah satu lisensi resmi yang hanya dikeluarkan oleh Direktorat keamanan penerbangan udara untuk para pekerja didunia penerbangan. DG sendiri mempelajari tentang pengenalan dan pengklasifikasian barang berbahaya yang dapat mengancam keselamatan dan keamanan penerbangan sesuai dengan peraturan keamanan penerbangan yang ada.
Sebegitu pentingnya lisensi ini dalam industri penerbangan sehingga staff penerbangan yg memiliki lisensi ini lebih mudah diterima bekerja dibandingkan yg tidak memiliki lisensi (Avsec atau DG) karena mereka telah memahami dengan baik secara teori maupun praktikal tentang keselamatan penumpang Sebagaimana yg kita ketahui bahwa.staff penerbangan adalah pintu utama terhadap pelayanan prima, keamanan dan keselamatan para pengguna jasa angkutan udara.
Nah, lisensi Avsec & DG sendiri adalah terobosan terbaru dari Wira AngkasaAcademy dimana semua siswanya akan mendapatkan lisensi Avsec atau DG tersebut, yang merupakan satu satunya lembaga pendidikan penerbangan pemberi lisensi Avsec atau DG.
So, ingin belajar di lembaga pendidikan penerbangan? Pastikan dulu ya guys kalau kampus kamu sudah memiliki lisensi ini…
Bagi yang sudah yakin, bisa langsung daftarkan diri kalian ke Wira Angkasa Academy.
Syarat Dan Ketentuan Pendaftaran:
1.    Minimal lulusan SMA Sederajat
2.    Tinggi badan minimal Putra 170, Putri 160
3.    Sehat jasmani dan rohani
4.    Usia maksimal 23 tahun
5.    Berat badan proporsional
6.    Tidak bertato dan bertindik
7.    Berpenampilan menarik
8.    Pas foto berwarna 4×6 2 lembar
9.    Fotocopy Ijazah berligalisasi dan data diri
Dan bagi anda yang jauh berdomisili jauh dari alamat tempat kantor Wira Angkasa Academy anda bisa melakukan pendaftaran online, melalui website resmi wira Angkasa Academy di www.wiraangkasaacademy.com atau 082333696000 / BBM :56CF91EB

2227 Total Views 2 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

FacebookTwitter