Main menu

Pentingnya ketenangan, kehati-hatian dan kesigapan personil penerbangan

1024px-RSAF_Museum_Lockheed_L-1011_Tristar

Agustus 1980 Saudi arabian flight number 163 mengalami kecelakaan yang tergolong paling mengenaskan dalam sejarah penerbangan, Lockheed L-1011-200 tersebut dijadwalkan take off dari Riyadh Airport menuju Jeddah Airport
tepatnya 7 menit setelah pesawat take off, cabin crew mandapat Warning bahwa terjadi kebakaran di kompartemen cargo pesawat, selang bebrapa waktu kemudian sembari crew memastikan kebenaran waring tersebut petugas teknisi on board juga turut
melakukan pengecekan, setelah petugas teknis kembali ke kabin dan confirm bahwa terlihat kepulan asap di dalam kabin, waktu 4 menit dihabiskan untuk mengkonfirmasi hal ini, dan PIC (Pilot In Charge) pun memustuskan untuk RTB (Return to Base)

Namun sebelum approach kembali ke landasan telah teradi malfungsi pada Thrust lever (tuas pendorong) yang membuat 2 engine tengah tidak dapat mengurangi kecepatan. percikan api sempat timbul diantara kabel perangkat elektronik, sesaat kemudian pesawat dengan 287 penumpang dan 14 crew on board
dipaksa mendarat darurat sehingga membuat pesawat mendarat melebihi ujung landasan.

petugas darat yang mendapat laporan langsung bergegas melaksanakan tindakan evakuasi mendekati pesawat, jarak yang cukup jauh lokasi pesawat mendarat menyebabkan waktu yang dibutuhkan juga cukup lama.kurang lebih 4000m yang harus ditempuh petugas medis dan fire fighting, tidak terlihat adanya api dari fisik pesawat dari luar, hanya terlihat kepulan aspa kecil di ekor pesawat, namun karena 2 mesin pesawat masih berdengung keras menyebabkan pintu kabin utama maupun pintu darurat tidak dibuka.

360_plane_crash_tips_0123
setelah petugas evakuasi datang bersama pemadam bergegas mereka mencoba mematikan 2 mesin lockheed tersebut. 4 menit tepatnya setelah pesawat itu berhenti mesin dapat dimatikan dan pintu kabin terbuka.
celakanya adalah saat akan dilakukan evakuasi ternyata kondisi di dalam kabin dipastikan semua penumpang telah tewas, termasuk cabin crew yang terlihat masih duduk terikat dengan seatbelt di tempat duduk mereka juga telah tewas. dapat di simpulkan saat mendarat darurat cabin crew mungkin sudah tewas atau tidak terkondisikan. hasil investigasi yang di release adalah para penumpang tewas buka karena mengalami luka bakar namun karena menghirup udara panas dan asap, sementara penyabab kebakaran cargo belum diketahui.
dari kronologi diatas, ground crew dan skenario evakuasi sudah dilakukan sesuai dengan prosedur dan sangat sigap, namun yang menajadi catatan sangat disayangkan PIC(Pilot In Charge) tidak melaporkan Aksiden kebakaran itu saat memutuskan RTB, sehingga membuat response ground crew untuk melaksanakn evakuasi jadi sedikit terlambat yakni tepat ketika pesawat muali mendarat.

hasil investigasi yang lain ditemukan indikasi sumber kebakaran adalah 2 kompor gas portable yang ada dalam cargo tersulut sendiri, biasanya dalam hal ini adalah misshandled atau salah penanganan dalam meletakkan atau mempacking kompor tersebut.

dari hal ini dapat kita ambil pelajaran misshandled tidak dapat ditolerir oleh situasi seperti ini, untuk itu pendidikan yang baik, kesungguhan siswa dalam belajar, membudayakan kehati hatian dalam melaksanakan tugas adalah dasar dalam membentuk personil penerbangan yang baik, dimanapaun dan pada posisi apapun,
apakah Pilot, AVSEC, Regulated Agent, atau bahkan Porter. semua profesi dalam penerbangan berperan penting menciptakan susasana yang kondusif untuk perwujudan keamanan penerbangan.

Zie-wiraangkasa (source:wikipedia,ASI MAGZ)

1074 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

FacebookTwitter