Main menu

Orang Pertama Dan Perempuan Pertama Yang Menerbangkan Pesawat Garapan PT Dirgantara Indonesia.

1900012IMG-20151210-144501780x390Ada yang menarik ketika pesawat N219 tampil perdana di hanggar PT Dirgantara Indonesia
Esther Gayatri Saleh merupakan satu-satunya perempuan yang menjadi tes pilot pertama di Indonesia. Dia juga akan mengetes pesawat N-219 yang tengah digarap oleh PT. Dirgantara Indonesia (DI).
Semua tantangan dan bahaya itu dihadapi dengan sukacita. Baginya, menjadi pilot bukan hanya sekadar pekerjaan, melainkan visi dan panggilan Tuhan. Ia menilai, pekerjaan tanpa visi akan membuat seseorang tidak tahu harus berbuat apa. Selain itu, Esther memang suka hal-hal yang menantang.
Sejak kecil, dia bercita-cita menjadi wartawan perang atau pilot. Keinginannya untuk menjadi wartawan pun terpenuhi. Pada 1976-1978 ia menjadi wartawan cilik yang kerap dipanggil untuk meliput banyak acara, termasuk di Istana Negara. Setelah itu, keluarga Esther pindah ke Tarakan, Kalimantan Utara, karena sang ayah bertugas di kantor Imigrasi kota itu.
Di Tarakan, saya pegang-pegang kamera. Sampai suatu hari saya jatuh cinta pada dunia penerbangan. Saya pun memutuskan untuk sekolah pilot di Amerika Serikat,” tuturnya.
Menjadi tes pilot bukanlah perkara mudah bagi perempuan kelahiran Palembang 3 September 1962 ini. Sebab untuk menerbangkan pesawat yang belum teruji dibutuhkan banyak hal pendukung agar pesawat bisa mendarat dengan selamat. Tetapi tekad ini sudah ada sejak Esther remaja. Ia berkeinginan kuat untuk menjadi seorang pilot.
Dia pun akhirnya memutuskan untuk pergi ke Amerika Serikat dan belajar menerbangkan pesawat di Sawyer School of Aviation, Phoenix, Arizona, Amerika Serikat. Di usia 18 tahun, Esther sudah bisa menerbangkan pesawat. Setelah lulus dari sekolah penerbangan ini Esther mendapatkan lisensi sipil untuk menerbangkan pesawat.
Sekembalinya di Indonesia, Esther mendaftarkan ke PT Garuda Indonesia, hanya saja saat itu dirinya ditolak.karena saat itu masalah jender adalah isu yang sangat sensitif. Pilot perempuan akan sulit diterima.
Di tahun 1984 dia bertemu dengan Habibie “Tetapi, Pak Habibie tidak memedulikan masalah jender. Akhirnya Esther dipercaya mantan Presiden Habibie menjadi pilot dan menerbangkan pesawat-pesawat PT DI mulai dari 212, 235, dan lainnya,” dan Esther diajak bekerja bersama di Industri Penerbangan Pesawat Nurtanio. tutupnya.
Dari sinilah kemudian Esther memiliki banyak pengalaman menerbangkan pesawat. Bahkan Esther juga pernah menerbangkan pesawat bersejarah N-250 buatan PT. DI. “Pesawat N-250 adalah pesawat yang berukuran menengah yang bisa mengangkut 50 hingga 60 orang,” terangnya.
Saat ini Esther sedang mengujikan N-219 yang menjadi pesawat buatan PT. DI selanjutnya. Menurutnya kemampuan dan keunggulan tiap pesawat berbeda-beda. Untuk N-219 ini memiliki kemampuan sama seperti pesawat Twin Outer buatan Kanada.
”Hanya saja pesawat ini lebih cepat,” paparnya. Selama ini, banyak orang yang belum tahu profesi Esther yang sampai sekarang memutuskan untuk hidup melajang ini. Tes pilot adalah profesi untuk menguji pesawat sebelum dikomersialkan.
Selama ini pesawat yang digunakan oleh maskapai penerbangan harus sudah tersertifikasi dan layak terbang. Di sinilah Esther harus bisa mengujinya agar bisa layak terbang. Saat ditanya pesawat mana yang paling sulit diterbangkan, perempuan 54 tahun ini menyatakan semua pesawat sama.
“Dari setiap pesawat yang berbeda adalah materi uji. Jika pesawat sudah pernah diuji dan dilihat kemampuannya diperlukan waktu sekitar dua jam untuk mengudara. Namun untuk pesawat yang baru pertama kali uji biasanya hanya diperlukan agar layak terbang dan bisa kembali,” imbuhnya.
Sebagai tes pilot, Esther harus dilibatkan dalam rapat teknis pembuatan pesawat, bahkan hingga layoutnya. Sebab test pilot adalah orang pertama kali menerbangkannya.

1043 Total Views 1 Views Today

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

FacebookTwitter